9dhome | 6 Alat Elektronik yang Menelan Listrik dan Menguras Dompet, Adanya alat elektronik di rumah membuat banyak pekerjaan lebih mudah. Mesin cuci, misalnya, adalah alat yang sangat memudahkan dan mempercepat proses membersihkan pakaian. Namun, banyak alat elektronik membutuhkan jumlah daya yang cukup besar untuk berfungsi. Tagihan listrik dapat menjadi lebih mahal karena sering digunakan. enam perangkat elektronik berikut membutuhkan banyak energi.

1. Mesin cuci

Seperti yang diketahui, mesin cuci menggunakan banyak daya listrik, terutama saat menggunakan berbagai mode pencucian. Mode pencucian halus, misalnya, menggunakan paling sedikit daya untuk mencuci sweater.

Sebagai akibatnya, pencucian halus membutuhkan perubahan arah putaran lebih sering daripada pencucian kuat. Setiap kali arah putaran berubah, mesin cuci harus berhenti dan dihidupkan ulang. Jangan gunakan mode pencucian halus jika Anda ingin menghemat listrik.

2. Microwave

Microwave adalah alat elektronik yang memanaskan makanan dengan memanaskan air di dalamnya. Makanan kering membutuhkan waktu pemanasan yang lebih lama dan lebih banyak daya daripada makanan yang dipanaskan.

Percikkan sedikit air saat makanan kering dan menutupnya dapat mempersingkat waktu pemanasan dan mengurangi jumlah listrik yang digunakan.

3. Penggoreng Nasi

Meskipun berukuran kecil, penggoreng nasi mengkonsumsi daya yang besar, sebanding dengan AC. Mereka dapat mengonsumsi 1 kW listrik dalam satu jam penggunaan. Jika Anda ingin rice cooker Anda menggunakan sedikit listrik tanpa menghabiskan banyak energi, rendam beras selama tiga puluh menit sebelum memasaknya. Saat beras menjadi cukup lunak, waktu memasak rice cooker akan berkurang sekitar tiga puluh hingga empat puluh persen.

4. Kulkas

Kulkas adalah alat elektronik yang membutuhkan banyak listrik selama 24 jam.

Namun, cara menyimpan makanan juga memengaruhi jumlah listrik yang digunakan kulkas. Aturan penyimpanan makanan dapat membantu menghemat listrik di kulkas. Dengan isi hanya 70% dari kompartemen bawah kulkas, ada cukup ruang untuk sirkulasi udara dingin.

5. AC 

AC mengkonsumsi banyak listrik, terutama di musim panas. Oleh karena itu, pilih inverter AC yang dapat secara otomatis menyesuaikan output AC untuk menghemat penggunaan dan menjaga suhu ruangan tetap sejuk. Selain itu, Saat AC diaktifkan, saluran keluar udara harus menghadap ke atas, dan kipas sirkulasi dapat membantu menurunkan suhu ruangan lebih cepat.

6. Penghangat air

Penghangat air dapat membantu orang mandi dengan air hangat, tetapi perangkat elektronik ini mengkonsumsi banyak daya listrik. Pastikan untuk mematikannya saat tidak digunakan karena pemanas air listrik berdaya kilowatt dan menghabiskan lebih dari 1 kilowatt dalam waktu 10-20 menit.

Mari Bijak Menggunakan Energi Listrik!

Selain mengurangi penggunaan keenam elektronik di atas, ada beberapa tips lain yang bisa Anda terapkan untuk menghemat listrik:

  • Cabut kabel elektronik yang tidak sedang digunakan.
  • Ganti lampu dengan jenis LED yang hemat energi.
  • Biasakan untuk mematikan lampu dan elektronik di ruangan yang kosong.
  • Lakukan perawatan rutin pada peralatan elektronik agar performanya tetap optimal dan konsumsi listrik tidak membengkak.
  • Manfaatkan udara alami dan kipas angin sebagai alternatif pendingin ruangan dibanding AC.
  • Saat membeli elektronik baru, pilihlah yang memiliki label hemat energi.

Mengubah kebiasaan dalam menggunakan elektronik sehari-hari dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap penghematan tagihan listrik. Selain itu, Anda juga turut berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan dengan mengurangi konsumsi energi. Ingat, gunakan energi listrik dengan bijak!

Hemat energi bukan hanya tentang menghemat uang, tetapi juga tentang menjaga kelestarian lingkungan. Dengan menerapkan tips-tips di atas, Anda dapat berkontribusi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan menjaga bumi tetap sehat untuk generasi mendatang.

Baca juga:

By admin1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *